ABC NEWS – Pandu Patria Sjahrir yang merupakan keponakan dari Luhut Binsar Panjaitan santer terdengar digadang-gadang akan menggantikan posisi Muliaman Darmansyah Hadad sebagai kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Menanggapi hal tersebut, Pandu ketika berada di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (12/2), hanya menjelaskaskan bahwa hal itu akan dikabarkan langsung oleh pihak Istana Kepresidenan.
Pandu enggan menjelaskan secara detail soal jabatan barunya nanti di Danantara. Dia hanya bilang, “Tunggu tanggal mainnya, tunggu dari Istana dahulu.”
Merespons adanya kabar bahwa Pandu akan memimpin Danantara, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo enggan berkomentar.
Pria yang biasa disapa Tiko itu tidak ingin berkomentar terlalu jauh. Dia hanya berkata, “No comment.”
Munculnya nama Pandu sebagai kepala Danantara pertama kali dilontarkan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirai.
Hal tersebut diunggah Mararuarar di akun Instagram pribadinya. Maruarar menulis, “Diskusi dengan Pak Pandu Bos Danantara untuk pembiayaan perumahaan. Semoga bermanfaat untuk rakyat Indonesia sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo.”
Terkait profil Pandu, berikut sekilas. Pandu adalah putra pasangan ekonom Sjahrir (ekonom) dan Nurmala Kartini Sjahrir. Ia lahir pada 17 Mei 1979 di Rumah Sakit Brigham and Women’s Hospital, Boston, Amerika Serikat.
Pandu punya seorang adik yang bernama Gita Rusmida Sjahrir. Pada 28 Juni 2008, Pandu menikah dengan Ratna Marie Kartadjoemena di Washington DC.
Pandu menamatkan sekolah tingkat SMA di Phillips Academy Andover, Massachusetts pada 1997.
Ia kemudian meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Chicago pada 2000 dan gelar magister dari Stanford Graduate School of Business.
Pada 2017-2020, ia mengambil program MBA Eksekutif, “One Belt One Road” di Tsinghua University, Cina.
Saat ini Pandu Sjahrir duduk sebagai wakil direktur utama di PT Toba Bara Sejahtera Tbk. Sebelumnya, ia ‘hanya’ menjabat sebagai direktur di perusahaan yang sama.
Mengutip situs resmi Toba Bara, Rabu (12/2), Pandu diketahui juga duduk sebagai ketua umum Dewan Pengurus Harian di Asosiasi Fintech Indonesia (sejak 2021), komisaris utama di GoTo Financials (sejak 2021), dan komisaris di PT Bursa Efek Indonesia (sejak 2020).
Pandu juga dipercaya sebagai komisaris independen di PT Elang Mahkota Teknologi (sejak 2020), komisaris di PT Karya Baru TBS (sebelumnya PT Batu Hitam Perkasa) (sejak 2018), komisaris utama di PT Perkebunan Kaltim Utama I (sejak 2018), dan komisaris di PT Adimitra Baratama Niaga (sejak 2017).
Pada 2013, Pandu terpilih sebagai Asia 21 Young Leader oleh Asia Society, sebuah penghargaan yang diberikan kepada para pemimpin di bawah 40 tahun yang telah membuat perbedaan signifikan di bidangnya.
Pandu juga pernah terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) pada 2015, kemudian terpilih kembali untuk periode 2021 – 2024.
Sebelum bergabung di Toba Bara, Pandu bekerja sebagai analis senior spesialisasi sektor energi dan pertambangan di Matlin & Patterson sejak 2007 hingga 2010.
Ia pun pernah kerja sebagai principal di Byun & Co, alternative energy fund Asia, sejak 2002 hingga 2005, dan sebagai analis di Lehman Brothers dari 2001 hingga 2002.
(Red)