ABC NEWS – Pemerintah sedang mengkaji soal dihapusnya subsidi berbasis komoditas dalam dua tahun ke depan.
Adapun contoh subsidi berbasis komoditas misalnya seperti subsidi untuk bahan bakar minyak (bbm) solar.
Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dalam sebuah acara di Jakarta, Kamis (20/2).
Namun, jelas Luhut, penghapusan subsidi tersebut tidak akan dihapus sama sekali, melainkan tetap ada di dalam anggaran negara. Hanya bentuk subsidinya saja yang berbeda.
Keterangan dia, ke depan subsidi yang akan diberikan pemerintah tidak lagi berbentuk basis komoditas tapi lebih kepada basis penerima subsidi.
Kata Luhut, “Saya sudah sampaikan kepada presiden tentang ini. Mungkin dalam waktu dua tahun kita bisa mencapai ‘satu harga’. Tidak ada lagi subsidi untuk barang, seperti BBM solar, atau apapun.”
Luhut pun bilang, “Subsidi akan diberikan untuk orang-orang yang memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi.”
Penjelasan Luhut, diharapkan distribusi subsidi untuk rakyat dapat lebih tepat sasaran dan anggaran negara pun dapat dihemat dengan mekanisme basis penerima.
Berdasarkan uraian Luhut, diharapkan skema subsidi berbasis penerima menjadi jalan terbaik untuk menghemat anggaran negara hingga miliaran dolar.
Dia lalu menerangkan bahwa kelak distribusi subsidi energi nanti akan diawasi melalui teknologi.
Komentar Luhut, ” “Kita punya teknologi sekarang. AI (artificial intelligence/teknologi kecerdasan buatan) itu sangat bagus.”
Perlu diketahui, sebelumnya wacana peralihan subsidi energi dari berbasis barang menjadi berbasis penerima pernah menggelinding pada akhir tahun lalu.
Kala itu diungkapkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, bahwa subsidi BBM akan diganti sebagian dengan bantuan langsung tunai (BLT).
(Red)