ABC NEWS – Hendi Prio Santoso, mantan direktur utama (dirut) PT Mineral Industri Indonesia (Persero) alias MIND ID, dikabarkan dalam waktu dekat akan berlabuh ke PT Alamtri Resources Indonesia Tbk atau anak usaha di perusahaan tersebut.
Hal tersebut diungkapkan sumber ABCNEWS.co.id di Jakarta, Selasa (4/3), yang enggan disebut namanya.
Kata sumber, “Besar kemungkinan Hendi akan ditarik oleh Boy Thohir ke Adaro. Sebab, Hendi sangat dekat sekali dengan Boy Thohir.”
Sekedar informasi, PT Adaro Energy Indonesia Tbk adalah nama lama sebelum berganti menjadi Alamtri Resources.
Garibaldi ‘Boy’ Thohir adalah salah satu pemilik Alamtri, yakni sebanyak 6,18 persen kepemilikan saham.
Sumber bilang, “Sangat berat untuk Hendi dalam waktu dekat kembali ke BUMN. Kiprahnya di BUMN saya rasa cukup.”
Komentar sumber, “Cukup sudah waktu bagi Hendi di BUMN. Saatnya rotasi jabatan untuk orang lain.”

Namun, hingga berita ini ditulis, redaksi belum memperoleh kebenaran akan apa yang diomongkan sumber tersebut, terkait kepindahan Hendi ke Alamtri tersebut.
Sekedar informasi, Hendi lahir di Jakarta pada 5 Februari 1967. Ia meraih gelar Bachelor of Economic di University of Texas pada 1988 dan Master Degree of Business Administration (BBA) Keuangan dan Ekonomi di University of Houston Amerika Serikat pada 1990.
Hendi mengawali kariernya di Citibank pada 1991. Lima tahun di sana, ia hijrah ke PT Perdana Multi Finance dengan jabatan terakhir direktur Pengembangan.
Kemudian, sejak 1998 hingga 2001, ia menjabat associate director PT Bahana Securitie. Sesudahnya, ia menjadidDirektur PT Anugra Cipta Investama (2001–2004) dan direktur Invesment Banking JP Morgan Securities Indonesia (2004–2007).
Hendi masuk ke BUMN sejak 2007, saat ia dipercaya sebagai direktur Keuangan PT PGN Tbk. Setahun kemudian, yakni pada 2008, karier Hendi melesat menjadi dirut PGN hingga 2017.
Hendi dalam rentang 2013-2017 juga duduk sebagai komisaris di PT Saka Energi Indonesia, anak usaha PGN. Usai di PGN, dia kemudian ditunjuk sebagai dirut PT Semen Indonesia Tbk hingga 2021, sebelumnya akhirnya berlabuh di MIND ID.
Seperti diketahui, Hendi secara mengejutkan dicopot dari kursi dirut MIND ID pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar, Senin (3/3).
Hendi digantikan oleh adik dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Maroef Sjamsoeddin. Hendi menjabat sebagai dirut MIND ID sejak 29 Oktober 2021.
Di satu sisi, selain Boy Thohir, emiten berkode ADRO sahamnya juga dimiliki PT Adaro Strategic Investments (43,911 persen), Edwin Soeryadjaya (3,288 persen), dan Theodore Permadi Rachmat (2,542 persen).
Lalu ada Arini Saraswaty Subianto (0,25 persen), Christian Ariano Rachmat (0,05 persen), Chia Ah Hoo (0,03 persen), Julius Aslan (0,034 persen), dan pemegang saham lainnya (40,26 persen).
ADRO adalah perusahaan yang berfokus pada bisnis pertambangan batu bara metalurgi, pengolahan mineral, jasa pertambangan, dan energi baru terbarukan.
Sejarah berdirinya ADRO dimulai pada 1970, saat perusahaan asal Spanyol, Enadimsa, mengajukan penawaran konsesi batu bara di Blok 8 di Kabupaten Tanjung, Kalimantan Selatan.
(Red)