ABC NEWS – Tahun lalu PT Brantas Abipraya (Persero) meraih pendapatan Rp 13,37 triliun. Kondisi itu naik dibandingkan 2023 yang hanya Rp 9,17 triliun.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana dalam keterangan resmi dikutip Jumat (7/3), menjelaskan bahwa kinerja positif keuangan Brantas Abipraya ini telah mengantongi rating A- dari Pemeringkat efek Indonesia (PEFINDO).
Hal itu, ujar Dian, menunjukkan bahwa kinerja keuangan Brantas Abipraya dalam kondisi yang baik.
Kata Dian, “Kami menyadari bahwa Brantas Abipraya tumbuh dari perusahaan konstruksi negara yang tak besar, namun seiring berkembangnya industri konstruksi nasional, kami terus berinovasi dan kerap beresiliensi agar dapat bertahan, bersaing dengan BUMN serta perusahaan konstruksi lainnya di Indonesia.”
Brantas Abipraya tahun lalu juga mencatatkan pertumbuhan aset hingga Rp 466 miliar (5,02 persen) menjadi Rp 9,74 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya Rp 9,28 triliun.
Kenaikan aset tersebut terutama disebabkan oleh adanya kenaikan jumlah aset lancar dari Rp 5,15 triliun pada 2023 menjadi Rp 5,82 triliun pada 2024.
Perseron juga mengalami kenaikan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) dalam empat tahun terakhir yang cukup signfikan, dari kontrak baru CAGR 23,06 persen, pendapatan usaha CAGR 26,87 persen, laba bersih meningkat tajam di angka CAGR 40,54 persen, dan untuk pertumbuhan aset CAGR 11,82 persen dengan kenaikan ekuitas selama empat tahun terakhir 14,53 persen.
Komentar Dian, “Kenaikan aset utamanya bersumber dari laba bersih dan cash flow. Sejauh ini Brantas Abipraya sudah mampu membangun cash flow yang cukup kuat guna mendanai proyek-proyek yang akan datang.”
Dian melanjutkan, “Cash flow positif ini juga mencerminkan bahwa bisnis perseroan berjalan dengan baik.”
(Red)