ABC NEWS – PT ABM Investama Tbk (ABMM) dalam waktu dekat akan melakukan ekspansi bisnis ke tambang emas.
Adanya diversifikasi usaha tersebut susah sesuai dengan peta jalan (roadmap) perseroan yang tidak hanya fokus menggarap tambang batu bara, tetapi juga mineral lainnya.
Hal itu dikatakan Direktur ABMM Hans Christian Manoe dalam sebuah acara di Jakarta, Kamis (6/3), ditulis kembali Jumat (7/3).
Kata dia, “Pertimbangan kami masuk ke bisnis emas didorong oleh target perusahaan untuk mengejar EBITDA agar tidak mayoritas bersumber dari bisnis batu bara, melainkan juga non-batu bara.”
Hans bilang, Pemain di sektor emas masih relatif terbatas dan bisnis emas tergolong lebih feasible dibandingkan kami masuk ke bisnis mineral lain seperti nikel, tembaga, dan lainnya.”
Komentar Hans, “Jadi, kalau feasibility studies (FS) oke atau tidak marginnya, kemudian EBITDA-nya, kami lihat teknis pengolahannya. Jadi, secara strategis, itu yang kami lihat dulu.”
Menurut Hans, pihaknya masih terus mencari aset-aset tambang emas potensial sedang dijajaki.
Sebelumnya, ABMM sempat melirik tambang emas di Lombok dan Sulawesi, namun perseroan memutuskan untuk tidak melanjutkan.
Pengungkapkan Hans, saat ini ada dua tambang emas yang masuk dalam pipeline perseroan, di mana sebagian besar tambang emas tersebut sudah beroperasi alias brownfield dengan kapasitas produksi yang relatif belum besar.
Perlu diketahui, tambang dengan kapasitas belum besar ini sejalan dengan strategi ABMM yang ingin masuk ke bisnis emas dengan porsi minoritas terlebih dahulu.
Alasannya, imbuh Hans, perseroan ingin memperkuat kompetensi di bisnis emas sampai mencapai level nyaman. Baru setelah itu, ABMM bakal memperbesar porsinya.
(Red)