ABC NEWS – Manajemen PT BTN Tbk dikabarkan membatalkan rencana penerbitan obligasi dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS).
Pembatalan konon disebabkan adanya gejolak di pasar saham domestik, yang disinyalir bisa berdampak pada obligasi.
Kabar yang beredar, BTN telah menarik penawaran obligasi Tier 2 bertenor lima tahun dalam denominasi dolar AS yang mulai dipasarkan Selasa (18/3).
Alasan penarikan diduga alasan volatilitas pasar. BTN bahkan disebut-sebut akan mempertimbangkan kembali penerbitan obligasi tersebut di waktu lain.
Sekedar informasi, alasan lain pembatalan penerbitan obligasi tersebut adalah adanya spread obligasi dolar sejumlah perusahaan di Indonesia mencapai level terlebar dalam enam bulan, bagian dari aksi jual lintas pasar yang dipicu oleh anjloknya harga saham.
Sebelumnya, Moody’s Ratings memberikan rating Ba3(hyb) pada utang subordinasi dalam mata uang asing yang rencananya diterbitkan BTN.
Ini sesuai ketentuan Basel-III dan merupakan surat utang Tier 2. Seperti diketahui, BTN berencana menggunakan hasil penerbitan surat utang tersebut untuk mendanai aset yang mendukung tujuan sosial sesuai dengan kerangka kerja Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan.
Menurut Patrick Winsbury, associate managing director Moody’s, dalam rilis Senin (10/3), rating Ba3(hyb) ini berada dua level di bawah Adjusted Baseline Credit Assessment (BCA) ba1 BTN sesuai dengan notching standar Moody’s untuk utang subordinasi non-viabilitas kontraktual.
Pemberian rating Ba3(hyb) mencerminkan posisi subordinasi dari surat utang ini, dan ketidakpastian mengenai waktu penurunan nilai surat utang tersebut.
Itu karena surat utang ini dapat dipaksa menyerap kerugian menjelang atau sebelum titik non-viabilitas guna menghindari resolusi bank secara keseluruhan.
Moody’s tidak memberikan tambahan notching terkait mekanisme penundaan kupon pada surat utang ini karena kemungkinan besar bank akan berada di atau mendekati titik non-viabilitas saat mekanisme ini diterapkan, dengan kerugian inkremental yang rendah akibat penundaan pembayaran kupon.
(Red)